A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where I’d love to be, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around,
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
’Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again
There’s nothing here for me on this barren road
There’s no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can’t help but think of the times I’ve had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around,
when I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
’Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again
Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade…
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I’m not around,
when I’m much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
’Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again
Engkau telah meluruh dalam diriku, menjadi relief dalam dada yang tak kan pernah terhapus. Ada dan selamanya hidup.
Sunday
I Love My Life
Hidup adalah perputaran aturan
Kita tak pernah bisa memiliki hidup, sampai kita benar-benar luruh dalam penderitaan dan sakitnya
Pun kita tak kan benar-benar bisa merasakan adanya, tanpa sekali saja berkubang dalam lumpur gelapnya
Meski begitu, selalu ada terang bersama gulita
Hidup adalah perjalanan keseharian
Menjalani hari seperti biasa, aktifitas setiap paginya, lalu terlelap bersama malamnya yang menua
Hidup juga kadang banyak maunya, ia terlalu menuntut, tanpa mau tahu kita tak ubahnya pengecut
Kita harus tetap bekerja, kuliah, bepergian, memastikan bahwa hidup harus terus berjalan
Meski kita tahu akhirnya kita hanya akan merasa capek lagi, lelah lagi, putus asa bahkan kadang hilang pegangan
Kita harus tangguh, kawan...Berusaha terus mewangi, meski kita tahu akan membau lagi
Hidup adalah permainan teka-teki
Kadang kita harus ikhlas menerima, tanpa harus sepenuhnya mengerti seperti apa alurnya
Tapi bukankah seperti itu katanya, “yang terindah adalah rahasia?”
Beginilah hidup, kawan…Dengan lumpurnya, bersama gelapnya, justru menempa kita membaja
Aku mencintai hidupku, meski harus mewangi dan membau lagi
Aku menghargai hidupku, meski setelah terang lalu menggelap lagi
Tapi, tidak untuk suatu pagi nanti
Karena aku telah memastikan untuk berendam dan menyirami diri
Karena aku telah membeli cahaya mentari
*untuk hidupku, sepenuhnya aku mencintaimu
Kita tak pernah bisa memiliki hidup, sampai kita benar-benar luruh dalam penderitaan dan sakitnya
Pun kita tak kan benar-benar bisa merasakan adanya, tanpa sekali saja berkubang dalam lumpur gelapnya
Meski begitu, selalu ada terang bersama gulita
Hidup adalah perjalanan keseharian
Menjalani hari seperti biasa, aktifitas setiap paginya, lalu terlelap bersama malamnya yang menua
Hidup juga kadang banyak maunya, ia terlalu menuntut, tanpa mau tahu kita tak ubahnya pengecut
Kita harus tetap bekerja, kuliah, bepergian, memastikan bahwa hidup harus terus berjalan
Meski kita tahu akhirnya kita hanya akan merasa capek lagi, lelah lagi, putus asa bahkan kadang hilang pegangan
Kita harus tangguh, kawan...Berusaha terus mewangi, meski kita tahu akan membau lagi
Hidup adalah permainan teka-teki
Kadang kita harus ikhlas menerima, tanpa harus sepenuhnya mengerti seperti apa alurnya
Tapi bukankah seperti itu katanya, “yang terindah adalah rahasia?”
Beginilah hidup, kawan…Dengan lumpurnya, bersama gelapnya, justru menempa kita membaja
Aku mencintai hidupku, meski harus mewangi dan membau lagi
Aku menghargai hidupku, meski setelah terang lalu menggelap lagi
Tapi, tidak untuk suatu pagi nanti
Karena aku telah memastikan untuk berendam dan menyirami diri
Karena aku telah membeli cahaya mentari
*untuk hidupku, sepenuhnya aku mencintaimu
Kalian (Bukan) Tuhan
Tak perlu lagi menyoal tentang kebenaran
Jika hanya melahirkan perdebatan tak juga tenang
Tak perlu lagi berargumen panjang lebar
Kalau cuma meruncingkan perbedaan tak ternalar
Seperti sahnya pendapatmu, sah juga kujabarkan pendapatku
Sama halnya dengan nilai yang kau anggap agung, se-agung itu juga nilai yang ku junjung
Tidak usah bingung, kita semua saling berhubung
Yang seharusnya saling mengahargai, mengasihi dan tetap mendukung
Tidak saatnya mengoar nilai tak kunjung usai
Bukan waktuya berkutat dalam problematika yang kian mencuat, meluap
dan melahap segala sisi kemanusiaan yang hakikat Bukan semata ritualmu pada Tuhan-mu, yang menjanjikan pahala
Terlebih kebaikanmu atas sesama, buah syurga terasa nyata
Tidak hanya membaca dan mengkultuskan kitab-mu, menjadi satunya alasan sikap baikmu
Pengasihanmu pada yang tidak mampu meski tak sepaham denganmu, itu juga perlu
Bukankah Tuhan tak pernah membedakan
Lalu mengapa kau sibuk memperhitungkan?
Bukankah Tuhan tak pernah membuat pengecualian
Siapa-siapa sejatinya pahlawan?
Kalian yang mampu menerima perbedaan
Kalian yang bisa menghargai liyan paham
Kalian yang mengasihi sesama
Kalian yang merasa manusia,
Dan bukan kalian yang merasa Tuhan...
Jika hanya melahirkan perdebatan tak juga tenang
Tak perlu lagi berargumen panjang lebar
Kalau cuma meruncingkan perbedaan tak ternalar
Seperti sahnya pendapatmu, sah juga kujabarkan pendapatku
Sama halnya dengan nilai yang kau anggap agung, se-agung itu juga nilai yang ku junjung
Tidak usah bingung, kita semua saling berhubung
Yang seharusnya saling mengahargai, mengasihi dan tetap mendukung
Tidak saatnya mengoar nilai tak kunjung usai
Bukan waktuya berkutat dalam problematika yang kian mencuat, meluap
dan melahap segala sisi kemanusiaan yang hakikat Bukan semata ritualmu pada Tuhan-mu, yang menjanjikan pahala
Terlebih kebaikanmu atas sesama, buah syurga terasa nyata
Tidak hanya membaca dan mengkultuskan kitab-mu, menjadi satunya alasan sikap baikmu
Pengasihanmu pada yang tidak mampu meski tak sepaham denganmu, itu juga perlu
Bukankah Tuhan tak pernah membedakan
Lalu mengapa kau sibuk memperhitungkan?
Bukankah Tuhan tak pernah membuat pengecualian
Siapa-siapa sejatinya pahlawan?
Kalian yang mampu menerima perbedaan
Kalian yang bisa menghargai liyan paham
Kalian yang mengasihi sesama
Kalian yang merasa manusia,
Dan bukan kalian yang merasa Tuhan...
Saturday
Lirik Lagu david archuleta - Crush
I hung up the phone tonight
Something happened for the first time
Deep inside
It was a rush
What a rush
‘Cause the possibility
That you would ever feel the same way
About me
It’s just too much
Just too much
Why do I keep running from the truth
All I ever think about is you
You got me hypnotized
So mesmerized
And I’ve just got to know
[chorus]
Do you ever think
When you’re all alone
All that we could be
Where this thing could go
Am I crazy or falling in love
Is it real or just another crush
Do you catch a breath
When I look at you
Are you holding back
Like the way I do
‘Cause I’m trying, trying to walk away
But i know this crush ain’t going
Away
Going away
Has it ever crossed your mind
When we’re hanging,
Spending time, girl, are we just friends
Is there more
Is there more
See it’s a chance we’ve gotta take
‘Cause I believe that we can make this
Into something that’ll last
Last forever
Forever
[chorus]
Why do I keep running from the truth
(Why do I keep running)
All I ever think about is you
(All I ever think about)
You got me hypnotized
(Hypnotized)
So mesmerized
(mesmerized)
And I’ve just got to know
[chorus]
Going away
Going away
Source: http://liriklaguindonesia.net/lagu-barat/david-archuleta-crush/#ixzz1N2X6IN2u
Something happened for the first time
Deep inside
It was a rush
What a rush
‘Cause the possibility
That you would ever feel the same way
About me
It’s just too much
Just too much
Why do I keep running from the truth
All I ever think about is you
You got me hypnotized
So mesmerized
And I’ve just got to know
[chorus]
Do you ever think
When you’re all alone
All that we could be
Where this thing could go
Am I crazy or falling in love
Is it real or just another crush
Do you catch a breath
When I look at you
Are you holding back
Like the way I do
‘Cause I’m trying, trying to walk away
But i know this crush ain’t going
Away
Going away
Has it ever crossed your mind
When we’re hanging,
Spending time, girl, are we just friends
Is there more
Is there more
See it’s a chance we’ve gotta take
‘Cause I believe that we can make this
Into something that’ll last
Last forever
Forever
[chorus]
Why do I keep running from the truth
(Why do I keep running)
All I ever think about is you
(All I ever think about)
You got me hypnotized
(Hypnotized)
So mesmerized
(mesmerized)
And I’ve just got to know
[chorus]
Going away
Going away
Source: http://liriklaguindonesia.net/lagu-barat/david-archuleta-crush/#ixzz1N2X6IN2u
Friday
SUJUD - Gus Mus
Bagaimana kau hendak bersujud pasrah, sedang
Wajahmu yang bersih sumringah,
Keningmu yang mulia dan indah begitu pongah
Minta sajadah agar tak menyentuh tanah
Apakah kau melihatnya seperti iblis saat menolak
Menyembah bapamu dengan congkak
Tanah hanya patut diinjak, tempat kencing dan berak,
membuang ludah dan dahak
atau paling jauh hanya lahan pemanjaan nafsu serakah dan tamak
Apakah kau lupa bahwa
tanah adalah bapa dari mana ibumu dilahirkan
Tanah adalah ibu yang menyusuimu dan memberi makan
Tanah adalah kawan yang memelukmu dalam kesendirian
dalam perjalanan panjang menuju keabadian
Singkirkan saja sajadah mahalmu
Ratakan keningmu
Ratakan heningmuTanahkan wajahmu
Pasrahkan jiwamu
Biarlah rahmat agungAllah membelaimu dan
Terbanglah kekasih
Wajahmu yang bersih sumringah,
Keningmu yang mulia dan indah begitu pongah
Minta sajadah agar tak menyentuh tanah
Apakah kau melihatnya seperti iblis saat menolak
Menyembah bapamu dengan congkak
Tanah hanya patut diinjak, tempat kencing dan berak,
membuang ludah dan dahak
atau paling jauh hanya lahan pemanjaan nafsu serakah dan tamak
Apakah kau lupa bahwa
tanah adalah bapa dari mana ibumu dilahirkan
Tanah adalah ibu yang menyusuimu dan memberi makan
Tanah adalah kawan yang memelukmu dalam kesendirian
dalam perjalanan panjang menuju keabadian
Singkirkan saja sajadah mahalmu
Ratakan keningmu
Ratakan heningmuTanahkan wajahmu
Pasrahkan jiwamu
Biarlah rahmat agungAllah membelaimu dan
Terbanglah kekasih
Nebeng Phutu-Phutu Duang...

Hari libur dadakan, akhirnya tiba juga..hhe dadakan karena sebelumnya tidak ada gejala atau tanda-tanda bakalan libur awal pekan ne. Eee,,disepakatin juga ne hari jadi Harpitnas alias Hari Kejepit Nasional. Biar dompet kering, yang penting hepii..So, jadi deh gue ngabur sama temen-temen yang pada kabur alias nggak jelas..upssst, tapi baek kok, sumpeh. Q-ta jadi mluncur ke museum satwa, bukannya kita pecinta binatang..saking biar keliatan sedikit kayak ilmuwan, itu tuh..yang mirip pak Habibi, terus apa hubungannya coba. Emang nggak nyambung….
Gara-gara kantong nipis, acara dari nyampe tempat tujuan sampe balik lagi ke tempat asal (eit, jangan baca: tanah), cuman mondar-mandir di pelataran luar, foto-foto, melototin aksesoris karena nggak bisa beli, senyum-senyum sama pengunjung laen yang nggak kenal (kali aja ada yang berbaek hati dan mau sedekah ke kita2,,biar diajak masuk juga..hhe ngarep)
Habis mondar-mandir nggak jelas arah dan tujuan, kecapean, kehausan..kita bantingan buad beli es krim, akhirnyaaa dapet deeh….biar hasil ngutang juga, asal halal…
Upss…corry, corry...kalo dirasa ada sedikit penyelewengan image bagi para da’i, da’iyah, pak yai, bu nyai atau siapalah…, jika ada kesamaan identitas, foto paling kanan berpenampilan agamawan, tapi paling nafsu melototin es krim hanyalah fiktif belaka.hahaha
*Objek pojok sebelah kanan, adalah anak termuda yang berhasil menyabet gelar sarjana di usianya yang ke 13 (ngimpi kalee). So, g usa heran jika ada salah kata maupun kelakuannya….hihihi
Batu, Museum Satwa
May, 17-2011
Saturday
Kalian (Bukan) Tuhan
Tak perlu lagi menyoal tentang kebenaran
Jika hanya melahirkan perdebatan tak juga tenang
Tak perlu lagi berargumen panjang lebar
Kalau cuma meruncingkan perbedaan tak ternalar
Seperti sahnya pendapatmu, sah juga kujabarkan pendapatku
Sama halnya dengan nilai yang kau anggap agung, se-agung itu juga nilai yang ku junjung
Tidak usah bingung, kita semua saling berhubung
Yang seharusnya saling mengahargai, mengasihi dan tetap mendukung
Tidak saatnya mengoar nilai tak kunjung usai
Bukan waktuya berkutat dalam problematika yang kian mencuat, meluap
dan melahap segala sisi kemanusiaan yang hakikat
Bukan semata ritualmu pada Tuhan-mu, yang menjanjikan pahala
Terlebih kebaikan atas sesama, buah syurga terasa nyata
Tidak hanya membaca dan mengkultuskan kitab-mu, menjadi satunya alasan sikap baikmu
Mengasihi yang tidak mampu meski tak sepaham denganmu, itu juga perlu
Bukankah Tuhan tak pernah membedakan
Lalu mengapa kau sibuk memperhitungkan?
Bukankah Tuhan tak pernah membuat pengecualian
Siapa-siapa sejatinya pahlawan?
Kalian yang mampu menerima perbedaan
Kalian yang bisa menghargai liyan paham
Kalian yang mengasihi sesama
Kalian yang merasa manusia,
Dan bukan kalian yang merasa Tuhan...
*Hiduplah dengan kebenaran yang sederhana (quote). Perbedaan adalah tunas cinta, ciptakan kedamaian antar semua. (Membaca fanatisme yang masih ada)
Jika hanya melahirkan perdebatan tak juga tenang
Tak perlu lagi berargumen panjang lebar
Kalau cuma meruncingkan perbedaan tak ternalar
Seperti sahnya pendapatmu, sah juga kujabarkan pendapatku
Sama halnya dengan nilai yang kau anggap agung, se-agung itu juga nilai yang ku junjung
Tidak usah bingung, kita semua saling berhubung
Yang seharusnya saling mengahargai, mengasihi dan tetap mendukung
Tidak saatnya mengoar nilai tak kunjung usai
Bukan waktuya berkutat dalam problematika yang kian mencuat, meluap
dan melahap segala sisi kemanusiaan yang hakikat
Bukan semata ritualmu pada Tuhan-mu, yang menjanjikan pahala
Terlebih kebaikan atas sesama, buah syurga terasa nyata
Tidak hanya membaca dan mengkultuskan kitab-mu, menjadi satunya alasan sikap baikmu
Mengasihi yang tidak mampu meski tak sepaham denganmu, itu juga perlu
Bukankah Tuhan tak pernah membedakan
Lalu mengapa kau sibuk memperhitungkan?
Bukankah Tuhan tak pernah membuat pengecualian
Siapa-siapa sejatinya pahlawan?
Kalian yang mampu menerima perbedaan
Kalian yang bisa menghargai liyan paham
Kalian yang mengasihi sesama
Kalian yang merasa manusia,
Dan bukan kalian yang merasa Tuhan...
*Hiduplah dengan kebenaran yang sederhana (quote). Perbedaan adalah tunas cinta, ciptakan kedamaian antar semua. (Membaca fanatisme yang masih ada)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Akhir November 2025 - Minggu yang Muram
Seminggu belakangan ini aku merasa ada yang berubah dari diriku. Bukan perubahan yang keras atau tiba-tiba— lebih seperti pergeseran halus y...
-
Belakangan ini bayangan kematian mengusik pikiranku. Dua hari terakhir berita berturutan kepergian dua sahabat yang tak begitu dal...
-
Close your eyes. Fall in love. Stay there. Seruan Rumi yang agaknya melihat cinta sebagai satu pengalaman positif yang membahagiakan. Kuras...
-
Mungkin kau beranggapan aku tak begitu dalam mengenalmu, pun sebaliknya tak banyak hal tentangku kau tahu. Hanya kebetulan saja kita ...